gunadarma

gunadarma
lambang

Rabu, 13 Juni 2012

Tingkat kesehatan Bank dengan menggunakan Camels, Definisi dan Rumus-rumusnya

Penilaian tingkat kesehatan bank di Indonesia sampai saat ini secara garis besar didasarkan pada faktor CAMEL (Capital, Assets Quality, Management, Earning dan Liquidity). Seiring dengan penerapan risk based supervision, penilaian tingkat kesehatan juga memerlukan penyempurnaan. Saat ini BI tengah mempersiapkan penyempurnaan sistem penilaian bank yang baru, yang memperhitungkan sensitivity to market risk atau risiko pasar. Dengan demikian faktor-faktor yang diperhitungkan dalam system baru ini nantinya adalah CAMEL. Kelima faktor tersebut memang merupakan faktor yang menentukan kondisi suatu bank. Apabila suatu bank mengalami permasalahan pada salah satu faktor tersebut (apalagi apabila suatu bank mengalami permasalahan yang menyangkut lebih dari satu faktor tersebut), maka bank tersebut akan mengalami kesulitan. Sebagai contoh, suatu bank yang mengalami masalah likuiditas (meskipun bank tersebut modalnya cukup, selalu untung, dikelola dengan baik, kualitas aktiva produktifnya baik) maka apabila permasalahan tersebut tidak segera dapat diatasi maka dapat dipastikan bank tersebut akan menjadi tidak sehat. Pada waktu terjadi krisis perbankan di Indonesia sebetulnya tidak semua bank dalam kondisi tidak sehat, tetapi karena terjadi rush dan mengalami kesulitan likuiditas, maka sejumlah bank yang sebenarnya sehat menjadi tidak sehat. Perbedaan penilaian tingkat kesehatan antara bank umum dan BPR hanya pada bobot masing-masing faktor CAMEL. Pelaksanaan penilaian selanjutnya dilakukan sama tanpa ada pembedaan antara bank umum dan BPR. Dalam uraian berikut, yang dimaksud dengan penilaian bank adalah penilaian bank umum dan BPR. Dalam melakukan penilaian atas tingkat kesehatan bank pada dasarnya dilakukan dengan pendekatan kualitatif atas berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan suatu bank. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menilai faktor-faktor permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, rentabilitas dan likuiditas. Pada tahap awal penilaian tingkat kesehatan suatu bank dilakukan dengan melakukan kuantifikasi atas komponen dari masing-masing factor tersebut. Faktor dan komponen tersebut selanjutnya diberi suatu bobot sesuai dengan besarnya pengaruh terhadap kesehatan suatu bank. Selanjutnya, penilaian faktor dan komponen dilakukan dengan system kredit yang dinyatakan dalam nilai kredit antara 0 sampai 100. Hasil penilaian atas dasar bobot dan nilai kredit selanjutnya dikurangi dengan nilai kredit atas pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang lain yang sanksinya dikaitkan dengan tingkat kesehatan bank. Berdasarkan kuantifikasi atas komponen-komponen sebagaimana diuraikan di atas, selanjutnya masih dievaluasi lagi dengan memperhatikan informasi dan aspek-aspek lain yang secara materiil dapat berpengaruh terhadap perkembangan masing-masing faktor. Pada akhirnya, akan diperoleh suatu angka yang dapat menentukan predikat tingkat kesehatan bank, yaitu Sehat, Cukup Sehat, Kurang Sehat dan Tidak Sehat. Berikut ini penjelasan metode CAMEL : 1. Capital Kekurangan modal merupakan gejala umum yang dialami bank-bank di negara-negara berkembang. Kekurangan modal tersebut dapat bersumber dari dua hal, yang pertama adalah karena modal yang jumlahnya kecil, yang kedua adalah kualitas modalnya yang buruk. Dengan demikian, pengawas bank harus yakin bahwa bank harus mempunyai modal yang cukup, baik jumlah maupun kualitasnya. Selain itu, para pemegang saham maupun pengurus bank harus benar-benar bertanggung jawab atas modal yang sudah ditanamkan. Berapa modal yang cukup tersebut? Pada saat ini persyaratan untuk mendirikan bank baru memerlukan modal disetor sebesar Rp. 3 trilyun. Namun bank-bank yang saat ketentuan tersebut diberlakukan sudah berdiri jumlah modalnya mungkin kurang dari jumlah tersebut. Pengertian kecukupan modal tersebut tidak hanya dihitung dari jumlah nominalnya, tetapi juga dari rasio kecukupan modal, atau yang sering disebut sebagai Capital Adequacy Ratio (CAR). Rasio tersebut merupakan perbandingan antara jumlah modal dengan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR). Pada saat ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, CAR suatu bank sekurang-kurangnya sebesar 8%. 2. Assets Quality Dalam kondisi normal sebagian besar aktiva suatu bank terdiri dari kredit dan aktiva lain yang dapat menghasilkan atau menjadi sumber pendapatan bagi bank, sehingga jenis aktiva tersebut sering disebut sebagai aktiva produktif. Dengan kata lain, aktiva produktif adalah penanaman dana Bank baik dalam rupiah maupun valuta asing dalam bentuk pembiayaan, piutang, surat berharga, penempatan, penyertaan modal, penyertaan modal sementara, komitmen dan kontijensi pada transaksi rekening administratif. Di dalam menganalisis suatu bank pada umumnya perhatian difokuskan pada kecukupan modal bank karena masalah solvensi memang penting. Namun demikian, menganalisis kualitas aktiva produktif secara cermat tidaklah kalah pentingnya. Kualitas aktiva produktif bank yang sangat jelek secara implisit akan menghapus modal bank. Walaupun secara riil bank memiliki modal yang cukup besar, apabila kualitas aktiva produktifnya sangat buruk dapat saja kondisi modalnya menjadi buruk pula. Hal ini antara lain terkait dengan berbagai permasalahan seperti pembentukan cadangan, penilaian asset, pemberian pinjaman kepada pihak terkait, dan sebagainya. Penilaian terhadap kualitas aktiva produktif di dalam ketentuan perbankan di Indonesia didasarkan pada dua rasio yaitu: 1)Rasio Aktiva Produktif Diklasifikasikan terhadap Aktiva Produktif (KAP 1). Aktiva Produktif Diklasifikasikan menjadi Lancar, Kurang Lancar, 2) Rasio Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif terhadap Aktiva Produktif yang diklasifikasikan (KAP 2). Rumusnya adalah : Penilaian rasio KAP untuk perhitungan PPAP dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut untuk rasio 0 % diberi nilai kredit 0 dan untuk setiap kenaikan 1 % dari 0 % nilai kredit ditambah 1 dengan maksimum 100. 3. Management Manajemen atau pengelolaan suatu bank akan menentukan sehat tidaknya suatu bank. Mengingat hal tersebut, maka pengelolaan suatu manajemen sebuah bank mendapatkan perhatian yang besar dalam penilaian tingkat kesehatan suatu bank diharapkan dapat menciptakan dan memelihara kesehatannya. Penilaian faktor manajemen dalam penilaian tingkat kesehatan bank umum dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan terhadap bank yang bersangkutan. Penilaian tersebut dilakukan dengan mempergunakan sekitar seratus kuesioner yang dikelompokkan dalam dua kelompok besar yaitu kelompok manajemen umum dan kuesioner manajemen risiko. Kuesioner kelompok manajemen umum selanjutnya dibagi ke dalam sub kelompok pertanyaan yang berkaitan dengan strategi, struktur, sistem, sumber daya manusia, kepemimpinan, budaya kerja. Sementara itu, untuk kuesioner manajemen risiko dibagi dalam sub kelompok yang berkaitan dengan risiko likuiditas, risiko pasar, risiko kredit, risiko operasional, risiko hukum dan risiko pemilik dan pengurus. 4. Earning Salah satu parameter untuk mengukur tingkat kesehatan suatu bank adalah kemampuan bank untuk memperoleh keuntungan. Perlu diketahui bahwa apabila bank selalu mengalami kerugian dalam kegiatan operasinya maka tentu saja lama kelamaan kerugian tersebut akan memakan modalnya. Bank yang dalam kondisi demikian tentu saja tidak dapat dikatakan sehat. Penilaian didasarkan kepada rentabilitas atau earning suatu bank yaitu melihat kemampuan suatu bank dalam menciptakan laba. Penilaian dalam unsur ini didasark 5. Liquidity Penilaian terhadap faktor likuiditas dilakukan dengan menilai dua buah rasio, yaitu rasio Kewajiban Bersih Antar Bank terhadap Modal Inti dan rasio Kredit terhadap Dana yang Diterima oleh Bank. Yang dimaksud Kewajiban Bersih Antar Bank adalah selisih antara kewajiban bank dengan tagihan kepada bank lain. Sementara itu yang termasuk Dana yang Diterima adalah Kredit Likuiditas Bank Indonesia, Giro, Deposito, dan Tabungan Masyarakat, Pinjaman bukan dari bank yang berjangka waktu lebih dari tiga bulan (tidak termasuk pinjaman subordinasi), Deposito dan Pinjaman dari bank lain yang berjangka waktu lebih dari tiga bulan, dan surat berharga yang diterbitkan oleh bank yang berjangka waktu lebih dari tiga bulan Sumber : http://madrilitas.wordpress.com/2012/05/03/camels-capitalasset-qualitymanajementearningliquiditysensitivity-to-market-risk/

Capital, Asset, Management, Earning, Liquidity, Sensifity

Kesehatan atau kondisi keuangan dan non keuangan Bank merupakan kepentingan semua pihak terkait, baik pemilik, pengelola (manajemen) Bank, masyarakat pengguna jasa Bank, Bank Indonesia selaku otoritas pengawasan Bank, dan pihak lainnya. Kondisi Bank tersebut dapat digunakan oleh pihak-pihak tersebut untuk mengevaluasi kinerja Bank dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dan manajemen risiko. Perkembangan industri perbankan, terutama produk dan jasa yang semakin kompleks dan beragam akan meningkatkan eksposur risiko yang dihadapi Bank. Perubahan eksposur risiko Bank dan penerapan manajemen risiko akan mempengaruhi profil risiko Bank yang selanjutnya berakibat pada kondisi Bank secara keseluruhan. Perkembangan metodologi penilaian kondisi Bank senantiasa bersifat dinamis sehingga sistem penilaian tingkat kesehatan Bank harus diatur kembali agar lebih mencerminkan kondisi Bank saat ini dan di waktu yang akan datang. Pengaturan kembali tersebut antara lain meliputi penyempurnaan pendekatan penilaian (kualitatif dan kuantitatif) dan penambahan faktor penilaian. Bagi perbankan, hasil akhir penilaian kondisi Bank tersebut dapat digunakan sebagai salah satu sarana dalam menetapkan strategi usaha di waktu yang akan datang sedangkan bagi Bank Indonesia, antara lain digunakan sebagai sarana penetapan dan implementasi strategi pengawasan Bank. Untuk hal tersebut Bank Indonesia telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No. 6/10/PBI/2004 dan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/ 23 /DPNP Tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Tingkat Kesehatan Bank adalah hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu Bank melalui Penilaian Kuantitatif dan atau Penilaian Kualitatif terhadap faktor-faktor Capital, Asset Quality, Management, earning, liquidity dan sensitivity to market risk yang disingkat CAMELS. Penilaian terhadap faktor tersebut secara umum dapat diuraikan sebagai berikut : 1. permodalan (capital); Penilaian terhadap faktor permodalan meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut: a. kecukupan, komposisi, dan proyeksi (trend ke depan) permodalan serta kemampuan permodalan Bank dalam mengcover aset bermasalah; b. kemampuan Bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan, rencana permodalan Bank untuk mendukung pertumbuhan usaha, akses kepada sumber permodalan, dan kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan Bank. 2. kualitas aset (asset quality); Penilaian terhadap faktor kualitas aset meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut: a. kualitas aktiva produktif, konsentrasi eksposur risiko kredit, perkembangan aktiva produktif bermasalah, dan kecukupan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP); b. kecukupan kebijakan dan prosedur, sistem kaji ulang (review) internal, sistem dokumentasi, dan kinerja penanganan aktiva produktif bermasalah. 3. manajemen (management); Penilaian terhadap faktor manajemen meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut: a. kualitas manajemen umum dan penerapan manajemen risiko; b. kepatuhan Bank terhadap ketentuan yang berlaku dan komitmen kepada Bank Indonesia dan atau pihak lainnya. 4. rentabilitas (earning); Penilaian terhadap faktor rentabilitas meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut: a. pencapaian return on assets (ROA), return on equity (ROE), net interest margin (NIM), dan tingkat efisiensi Bank; b. perkembangan laba operasional, diversifikasi pendapatan, penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya, dan prospek laba operasional. 5. likuiditas (liquidity); Penilaian terhadap faktor likuiditas meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut: a. rasio aktiva/pasiva likuid, potensi maturity mismatch, kondisi Loan to Deposit Ratio (LDR), proyeksi cash flow, dan konsentrasi pendanaan; b. kecukupan kebijakan dan pengelolaan likuiditas (assets and liabilities management / ALMA), akses kepada sumber pendanaan, dan stabilitas pendanaan. 6. sensitivitas terhadap risiko pasar (sensitivity to market risk) Penilaian terhadap faktor sensitivitas terhadap risiko pasar meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut: a. kemampuan modal Bank dalam mengcover potensi kerugian sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) suku bunga dan nilai tukar; b. kecukupan penerapan manajemen risiko pasar. Sumber : http://bankirnews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=108:penilaian-tingkat-kesehatan-bank-camels&catid=83:camelstkb&Itemid=118

Kamis, 19 April 2012

Traveller Cheque

Traveller Cheque : Traveller Cheque adalah cek wisata atau cek perjalanan yang digunakan untuk bepergian. Traveler’s cek pertama kali diterbitkan pada tanggal 1 Januari 1772 oleh London Credit Exchange Company untuk digunakan dalam sembilan puluh kota-kota Eropa, dan pada tahun 1874 Thomas Cook telah mengeluarkan ‘circular notes’ (surat edaran) yang beroperasi pada caraTravellers chaque tersebut. Travellers cheque yaitu cek wisata atau cek perjalanan yang digunakan untuk bepergian. Persyaratan : Pembelian TC dibayar secara tunai • Rupiah atau bank notes berdasarkan kurs jual bank yang berlaku. • Beban rekening rupiah atau valuta asing. Menandatangani formulir nota penjualan valuta asing dengan menunjukan kartu identitas (KTP, Paspor). Keuntungan Travellers cheque : 1. Memberikan kemudahan berbelanja 2. Mengurngi resiko kehilangan uang 3. Memberikan rasa percaya diri 4. Memberikan rasa tenteram dan aman dalam perjalanan ke luar negeri. Jika TC hilang dalam perjalanan, pemegang TC dapat melaporkan dan meminta penggantinya ( refund ) kepada bank ditempat kehilangan.

Letter of Credit

Letter of Credit : Letter of Credit atau biasa disebut surat kredit berdokumen merupakan alat pembayaran yang dikeluarkan bank atas permintaan importir dalam transaksi dagang internasional. Letter of Credit merupakan salah satu jasa bank dalam hal transaksi perdagangan internasional. Perdagangan luar negeri/internasional relatif sama dengan perdagangan dalam negeri, tetapi lebih banyak institusi yang terlibat. Bank hanya berhadapan dengan dokumen yang telah memenuhi persyaratan tertentu sebelum bank melakukan pembayaran. Berbeda dengan perdagangan dalam negeri, dalam perdagangan luar negeri dengan menggunakan L/C, bank akan dihadapkan pada berbagai masalah, seperti: (1) letak geografis, dimana penjual dan pembeli berjauhan dan dibatasi oleh laut. (2) hukum dan politik setiap negara yang berbeda (3) bahasa yang berbeda (4) mata uang, di mana antara seller dan buyer dalam melaksanakan pembayaran dan penerimaan uang menginginkan mata uang yang berlaku di negara masing - masing (5) risiko suatu negara, yaitu suatu risiko yang mungkin timbul karena adanya perbedaan tingkat kemakmuran sebuah negara untuk menyelesaikan kewajibannya

Safe Deposit Box

Safe Deposit Box : Menyimpan barang berharga di SDB termasuk cara paling aman, seperti halnya kita menyimpan uang di bank. Namun tetap saja terdapat kemungkinan kebobolan, seperti halnya pembobolan dana di bank yang marak diberitakan. Untuk lebih meminimalisasi resiko yang mungkin timbul dengan SDB yang kita sewa, ada baiknya kita: 1. Membaca dengan seksama syarat dan ketentuan yang berlaku terhadap SDB yang kita sewa. Hal ini untuk mempersiapkan mental jikalau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. 2. Mengamati kunci yang diberikan, jika memungkinkan mintalah kunci SDB yang (nampak) baru untuk lebih meminimalisasi resiko kemungkinan kunci telah mengalami penggandaan. 3. Jika memungkinkan lagi, pilihlah SDB pada posisi tengah, sejajar dengan badan kita. Hal ini selain memudahkan kita menggapainya, tidak perlu jongkok ataupun jinjit/menggunakan tangga, juga untuk meminimalisasi resiko semisal terjadi bencana kebakaran.Biasanya api muncul dari pinggir kanan/kiri ataupun dari bawah, dengan posisi SDB kita yang di tengah, mudah-mudahan bisa agak lebih selamat, meskipun bencana tetap saja tidak mampu kita perkirakan.

Transfer

Transfer : Transfer adalah suatu kegiatan jasa perbankkan untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Baik transfer uang keluar atau masuk akan mengakibatkan adanya hubungan antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu cabang mendebet cabang lain mengkredit. Pengiriman uang dibagi menjadi dua yaitu : • Pengiriman uang keluar (transfer keluar) • Pengiriman uang masuk (transfer masuk) Transfer Keluar : Transfer Keluar adalah salah satu jenis pengiriman uang yang dapat menyederhanakan lalu lintas pembayaran adalah dengan pengiriman uang keluar (transfer keluar). Media untuk melakukan transfer ini adalah dengan secara tertulis (Mail Transfer) ataupun melalui surat kawat (Wire Transfer). Keuntungan bagi bank yang melakukan transfer keluar adalah sebagai sarana untuk menciptakan pendapatan dalam bentuk komisi, peningkatan pelayanan kepada para nasabah, peningkatan pangsa pasar bank, dan segi promosi lainnya. Pengiriman oleh bank dilakukan dengan cara memerintahkan cabang lain untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada beneficiary (orang yang berhak menerima transfer) yang berdomisili di kota tertentu.dengan demikian terjadi hubungan antar kantor antar cabang pemberi amanat dan pembayar transfer. Pembatalan Transfer keluar : Pembatalan transfer keluar hanya bisa dilakukan apabila transfer keluar belum dibayarkan kepada si peneriama uang, untuk itu bank pemberi amanat harus memberi perintah “Stop Payment” kepada cabang pembayar. Pembayaran pembatalan ini baru dapat dilakukan oleh bank pemberi amanat apabila telah terima berita konfirmasi dari bank pembayar bahwa memang transfer yang dimaksud belum dibayarkan. Transfer Masuk : Selain transfer keluar juga ada transfer masuk dimana bank menerima amanat dari salah satu cabang untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang (beneficiary). Dalam hal ini bank pembayar akan membukukan hasil transfer kepada rekening nasabah beneficiary bila ia memiliki rekening di bank pembayar. Dalam hal transfer masuk ditujukan kepada bukan nasabah bnak pembayar, hasail transfer akan ditampung dalam rekening “ Hasil Transfer Yang dapat Dibayar “. Rekening ini akan tetap outstanding hingga hasil transfer dibayarkan kepada beneficiary. Pembatalan Transfer Masuk : Seperti halnya transfer keluar, transfer masukpun dapat terjadi pembatalan. Jika terjadi pembatalan hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa apakah hasil transfer telah dibayarkan kepada beneficiary. Bila ternyata belum akan diblokir dan dibatalkan untuk kemudian dikembalikan kepada cabang pemberi amanat melalui pemindah-bukuan.

Inkaso

Inkaso : Inkaso adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Perbankkan untuk melakukan amanat dari pihak ke tiga berupa penagihan sejumlah uang kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah ditunjuk oleh si pemberi amanat. JENIS INKASO a. Inkaso Keluar Merupakan kegiatan untuk menagih suatu warkat yang telah diterbitkan oleh nasabah bank lain. Di sini bank menerima amanat dari nasabahnya sendiri untuk menagih warkat tersebut kepada seseorang nasabah bank lain di kota lain. b. Inkaso masuk Merupakan kegiatan yang masuk atas warkat yang telah diterbitkan oleh nasabah sendiri. Dalam kegiatan inkaso masuk, bank hanya memeriksa kecukupan dari nasabahnya yang telah menerbitkan warkat kepada pihak ke tiga.

Rabu, 04 April 2012

Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank

Secara umum sumber dana adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat perolehan ini tergantung pada bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya. Pemilihan sumber dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang ditanggung.oleh karena itu pemiliha sumber dana harus dilakukan secara tepat.Selain itu penggunaan dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional. Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana. Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu : Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya. Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan. Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta. Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan. Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.

Definisi, Sifat, Fungsi Peranan dan Deregulasi bank di Indonesia

Bank adalah suatu lembaga keuangan yang menghimpun dana dari ataupun untuk masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito, ataupun giro. Dua sifat khusus industri perbankan: 1. Sebagai salah satu sub-sistem industri jasa keuangan. Bank disebut sebagai jantung atau motor penggerak roda perekonomian suatu negara, salah satu leading indikator kestabilan tingkat perekonomian suatu negara. Jika perbankan mengalami keterpurukan hal ini akan terjadi indikator perekonomian negara ybs sedang sakit. 2. Industri perbankan adalah suatu industri yang sangat bertumpu kepada kepercayaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat adalah kepercayaan yang segala-galanya bagi bank. Pada dua sifat khusus industri perbankan tersebut, industri perbankan adalah industri yang sangat banyak diatur oleh pemerintah. Revisi serta penegakannya harus dilakukan sangat hati-hati dengan memperhatikan akibat ekonomi dan fungsi perbankan dalam perekonomian negara serta kepercayaan kepada masyarakat yang harus dijaga. FUNGSI BANK * PENGHIMPUN DANA Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu: 1. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian. 2. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan (Dana Pihak Ketiga) seperti usaha Tabungan, Giro dan Deposito 3. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam) * PENYALUR/ PEMBERI KREDIT Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. * Penyalur dana Dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap * Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “PELAYAN LALU LINTAS PEMBAYARAN UANG ” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya. Jika fungsi di atas diklasifikasikan lagi maka fungsi bank dibagi menjadi Fungsi Utama dan Fungsi Tambahan. * Fungsi Utama, meliputi: 1. Penghimpun dana 2. Pembiayaan 3. Peningkatan faedah dari dana masyarakat 4. Penanggung resiko. * Fungsi Tambahan, meliputi: 1. Memberikan fasilitas pengiriman uang 2. Penggunaan cek 3. Memberikan garansi bank. Fungsi bank yang dikemukakan di atas, secara umum merupakan fungsi bank umum, adapun fungsi dari bank sentral adalah: 1) Penyelesaian utang-piutang antar bank 2) Mengedarkan uang kertas 3) Wakil pemerintah dalam menerima pembayaran pajak 4) Sumber dana pinjaman terakhir 5) Memegang cadangan kas sistem 6) Mengontrol volume dan keadaan kredit untuk mempertahankan tingkat kegiatan ekonomi. Deregulasi bank di Indonesia: Banyaknya jumlah bank membuat kompetisi pencarian tenaga kerja, mobilisasi dana deposito dan tabungan juga semakin sengit. Ujung-ujungnya, karena bank terus dipacu untuk mencari untung, sisi keamanan penyaluran dana terabaikan, dan akhirnya kredit macet menggunung. Kondisi ini kemudian memunculkan yang mendorong dimulainya proses globalisasi perbankan. Salah satu tugasnya adalah berupaya mengatur pembatasan dan pemberatan persyaratan perbankan dengan mengharuskan dipenuhinya persyaratan permodalan minimal 8 persen dari kekayaan. Yang diharapkan dalam paket itu adalah akan adanya peningkatan kualitas perbankan Indonesia. Dengan mewajibkan bank-bank memenuhi aturan penilaian kesehatan bank yang mempergunakan formula kriteria tertentu, tampaknya paket itu tidak bisa menghindari kesan sebagai produk aturan yang diwarnai trauma atas terjadinya kasus kolapsnya Bank Perbankan Asia, Bank Duta, dan Bank Umum Majapahit. UU Perbankan baru bernomor 7 tahun 1992 Telah disahkan oleh Presiden Soeharto pada 25 Maret 1992. Undang Undang itu merupakan penyempurnaan UU Nomor 14 tahun 1967. Intinya, UU itu menggarisbawahi soal peniadaan pemisahan perbankan berdasarkan kepemilikan. Kalau UU yang lama secara tegas menjelaskan soal pemilikan bank/pemerintah, pemerintah daerah, swasta nasional, dan asing. Mengenai perizinan, pada UU lama persyaratan mendirikan bank baru ditekankan pada permodalan dan pemilikan. Pada UU yang baru, persyaratannya meliputi berbagai unsur seperti susunan organisasi, permodalan, kepemilikan, keahlian di bidang perbankan, kelayakan kerja, dan hal-hal lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan pertimbangan Bank Indonesia. Paket 29 Mei 1993 (Pakmei). Untuk mengurangi sebagian kendala yang dihadapi perbankan dalam melakukan ekspansi kredit dan koreksi terhadap Paktri yang begitu mengekang bank, pemerintah mengeluarkan Dengan Pakmei itu, pemerintah berharap mengucurkan kredit, sehingga dunia usaha tidak lesu lagi dan industri otomotif bisa bergairah kembali. Disebutkan dalam Pakmei ini pencapaian CAR (capital adiquacy ratio)– atau perimbangan antara modal sendiri dan aset — sesuai dengan ketentuan adalah 8 persen. Kemudian penyempurnaan lain pada paket itu adalah ketentuan loan to deposit ratio (LDR). Peraturan Pemerintah (PP) No. 68 tahun 1996 Aturan yang terakhir keluar ini yang ditanda tangani Presiden RI pada 3 Desember 1996. Belajar dari pengalaman Bank Summa, PP ini sangat menguntungkan para nasabah karena nasabah bank akan tahu persis rapor banknya. Dengan begitu, mereka bisa ancang-ancang jika suatu saat banknya sedang goyah atau bahkan nyaris pailit. Analisa: Jadi, sebelum adanya paket deregulasi keadaan perekonomian di Indonesia khususnya dibidang perbankan mengalami kondisi yang kurang adil bagi bank yang bukan milik pemerintah, ketidak adilan itu antara lain hanya bank- bank milik pemerintah yang mampu menggunakan fasilitas khusus yang disediakan pemerintah antara lain: mendapatkan kredit likuiditas bank Indonesia (KLBI), dan juga banyak menanggung program- program pemerintah. Oleh karena itu dengan adanya deregulasi perbankan, keadaan perbankan, milik pemerintah maupun swasta dapat meningkat lebih baik.

Sabtu, 24 Desember 2011

25 Desember

Tanggal itu kayaknya menakutkan buat gw. 25 Desember hari ulang tahun pacar gw. Gw pengen selalu ngasih sesuatu buat dia, tapi kenapa selalu aja ada masalah yang gw alamin yang buat gw jadi gak bisa ngasih apa - apa ke dia, padahal gw udah prepare segalanya dari 1/2 minggu sebelumnya.

Apa yang salah dari diri gw??
Gw udah coba biar apa yang gw rencanain berhasil seperti yang gw mau, tapi semua NIHIL jelang hari ulang tahunnya...

Gw cuma berharap, suatu saat nanti gw bisa bayar semua hutang - hutang gw ke pacar gw.
Gw bisa kasih sesuatu ke pacar gw yang bikin dia bener - bener seneng atas apa yang gw beri..
Semoga aja saat - saat seperti itu emang bener - bener ada..

Maafin aku yaa sayang, karna aku belum bisa kasih apa - apa di hari ulang tahunmu.

Senin, 21 November 2011

PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI dan SIA

Sistem Informasi akutansi Berbasis Komputer
Sistem Informasi akutansi berbasis komputer mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah computer-based atau pengolahan informasi yang berbasis padakomputer.
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi sub unit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapaitujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan mengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah : penghematan waktu (time saving), biaya (cost saving), peningkatan efektivitas (effectiveness), pengembangan teknologi (technology development) dan pengembangan personel (staff development).
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Skema Sistem Informasi Berbasis Komputer di organisasi,dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems). Merupakan sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi rutin seperti penggajian, keuangan, inventarisasi dan sebagainya. Sistem ini berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal.
2. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge Work Systems) Kedua sistem ini bekerja pada level knowledge. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) seperti word processing, spreadsheets, presentasi.
3.Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)
Sistem ini hampir sama dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
5.Sistem Informasi Manajemen (Management Information System). Sistem yang mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Juga menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, serta dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
6.Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent)
Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas.
Dua cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung keputusan (decision support systems), sistem ini meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.
7.Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems). Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems (DSS) menjadi suatu solusinya.
8. Sistem Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems). Sistem tergantung pada informasi yang dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu para eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.

Secara umum, Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapatujuan, yaitu:

1. Mendukung kegiatan operasi sehari-hari (Transaction Processing System)
User dari AIS, terkait dengan TPS:
INTERNAL: manajer dan employee
EKSTERNAL: konsumen (tagihan), pemasok (order pembelian dan cek), karyawan (cek gaji), bank (lap keu dan pembayaran utang)
2. Mendukung pengambilan keputusan oleh pengambil keputusan internal
Misal: keputusan untuk membeli atau membuat sendiri
3. Memenuhi kewajiban terkait dengan pertanggungjawaban perusahaan
Misal: membayar pajak ke Negara, menyusun laporan keuangan (bagi perusahaan yang go public)
Fungsi2 dalam mentransformasi data menjadi informasi
• Pengumpulan data
• Maintenance data: mengklasifikasikan, mengcopy, mensortir, mengelompokkan, menggabungkan, melakukan penghitungan, meringkas, dan membandingkan.
• Mengelola data
• Mengendalikan data, dengan dua tujuan 1) mengamankan harta kekayaan organisasi, dan 2) memastikan bahwa data yang direkam adalah data yang akurat dan lengkap dan diproses secara benar.
• Proses menghasilkan informasi
Sub System AIS
• Siklus buku besar dan pelaporan keuangan
• Siklus penjualan
• Siklus pengeluaran
• Siklus konversi
• Siklus manajemen sumber daya manusia
Peran Sistem Informasi dalam Menciptakan Nilai
• Meningkatkan efisiensi
• Meningkatkan keakuratan dan kekinian (up-to-date) catatan perusahaan
• Meningkatkan kualitas produk dan jasa
• Meningkatkan kualitas perencanaan (penyusunan anggaran) dan pengendalian
Komputerisasi Proses Akuntansi
Melihat karakteristik komputer dan karakteristik proses akuntansi, dapat disimpulkan bahwa ada bagian dari proses pencatatan yang fungsinya dapat diganti dengan komputer. Bila dipelajari sifatnya, proses mulai dari penjurnalan sampai ke pelaporan sebenarnya bersifat matematis (karena hubungan buku besar dapat ditunjukkan dalam persamaan akuntansi, sistematis (karena urutan mengerjakannya jelas) dan logis (karena unsur pertimbangan atau judgement tidak terlibat lagi). Dengan kata lain, proses tersebut sifatnya adalah penambahan, pembandingan, penyortiran, pereklasifikasian, dan peringkasan dengan cara tertentu yang sudah jelas atau pasti. Pekerjaan atau tugas yang demikian biasanya menjadi objek komputerisasi.

AAncaman-ancaman atas SIA

• Salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti :

– Kebakaran atau panas yang berlebihan

– Banjir, gempa bumi

– Badai angin, dan perang

• Ancaman kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :

– Kegagalan hardware

– Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.

– Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.

• Ancaman ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak disengaja, seperti :

– Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia

– Kesalahan tidak disengaja karen teledor

– Kehilangan atau salah meletakkan

– Kesalahan logika

– Sistem yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan

• Ancaman keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan disengaja, seperti :

– sabotase

– Penipuan komputer

– Penggelapan

Mengapa ancaman-ancaman SIA meningkat?

• Peningkatan jumlah sistem klien/server memiliki arti bahwa informasi tersedia bagi para pekerja yang tidak baik.

• Oleh karena LAN dan sistem klien/server mendistribusikan data ke banyak pemakai, mereka lebih sulit dikendalikan daripada sistem komputer utama yang terpusat.

• WAN memberikan pelanggan dan pemasok akses ke sistem dan data mereka satu sama lain, yang menimbulkan kekhawatiran dalam hal kerahasiaan

PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI dan KOMPUTER

Saat ini, oleh karena adanya pergeseran ke lingkungan e-commerce berdasarkan internet, pengendalian baru perlu dikembangkan untuk mengendalikan munculnya risiko-risiko baru.

Dengan perkembangan sistem informasi dan TI memberikan kesempatan bagi organisasi untuk meningkatkan pengendalian internalnya.

Dunia saat ini banyak yang tergantung pada teknologi informasi untuk memproses informasi bisnisnya secara elektronik.

Oleh karena sistem informasi berkembang, begitu pula dengan sistem pengendalian internal. Ketika bisnis bergeser dari sistem manual ke komputer utama, harus dilakukan pengendalian baru harus dilakukan untuk menurunkan resiko yang dibawa oleh sistem informasi berdasarkan komputer yang baru ini.

Yang Terdapat dalam Sistem yang Andal

1. Ketersediaan (availability)
2. Keamanan (security)
3. Dapat dipelihara (maintainability)
4. Integritas (integrity)

Tiga kriteria berikut ini dikembangkan untuk mengevaluasi pencapaian prinsip tersebut.

1. Entitas memiliki tujuan kinerja (performance objective), kebijakan dan standar yang telah ditetapkan, didokumentasikan , dan dikomunikasikan, dan telah memenuhi tiap prinsip keandalan.
2. Entitas menggunakan prosedur, sumber daya manusia, softwere, data, dan infrastruktur untuk mencapai setiap prinsip keandalan, dengan berdasarkan pada kebijakan dan standar yang telah ditetapkan.
3. Entitas mengawasi sistem dan mengambil tindakan untuk mencapai kesesuaian dengan tujuan, kebijakan, dan standar, untuk mencapai prinsip keandalan.

Senin, 31 Oktober 2011

E-Business

E-business adalah memanfaatkan pemasaran &tekhnolodi untu memecahkan masalah bisnis. E-business berkaitan erat dengan organisaional terstruktur dalam departmen pemasaran.

STRATEGI E-Business

Strategi mendefinisikan area fokus dan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan bisnis. Strategi E-Business dapat sangat besar, namun, pada dasarnya berbicara strategi E-Bisnis adalah akan didorong oleh pemasaran yang menyeluruh dan strategi Penjualan.

E-Businis pemimpin harus :

Bisnis cerdas

* Harus mampu berpikir “gambaran besar” dan dapat memisahkan pemikiran operasional dari pemikiran strategis
* Harus memiliki “soft skill” untuk dapat mempertahankan saluran formal dan informal komunikasi ke atas, ke bawah, dan lateral dalam sebuah organisasi

Analitik

* Harus penasaran
* Harus tanpa henti
* Harus mempertahankan perhatian terhadap detail

Teknis

* Harus nyaman dengan teknologi
* Memanfaatkan keahlian teknologi untuk membantu mengidentifikasi tren baru dan peluang

Suara pengguna akhir

* Harus memanfaatkan wawasan pengguna akhir (konsumen dan / atau pelanggan) dan keahlian industri untuk menetapkan pedoman pengalaman pengguna.

5 peran dalam e-business:
a. Analytics
b. Teknologi
c. E-Marketing
d. Konversi
e. Desain & Pengalaman Pengguna

E-commerce (electronic commerce atau EC) adalah pembelian dan penjualan barang dan jasa di Internet, khususnya World Wide Web. Dalam prakteknya, istilah ini dan istilah baru, e-bisnis, sering digunakan secara bergantian. Untuk menjual ritel online, istilah e-tailing kadang-kadang digunakan.

E-commerce dapat dibagi menjadi:

* E-tailing atau "etalase virtual" di situs Web dengan katalog online, kadang-kadang dikumpulkan ke dalam sebuah "mal virtual"
* Pengumpulan dan penggunaan data demografis melalui kontak Web
* Electronic Data Interchange (EDI), pertukaran bisnis-ke-bisnis data
* E-mail dan faks dan menggunakan mereka sebagai media untuk mencapai prospek dan pelanggan ditetapkan (misalnya, dengan newsletter)
* Bisnis-ke-bisnis jual beli
* Keamanan transaksi bisnis

E-tailing atau The Virtual etalase dan Virtual Mall

Sebagai tempat untuk belanja eceran langsung, dengan 24-jam ketersediaan, jangkauan global, kemampuan untuk berinteraksi dan memberikan informasi adat dan pemesanan, dan prospek multimedia, Web adalah dengan cepat menjadi sumber milyaran dolar dari pendapatan untuk bisnis di dunia. Sejumlah laporan bisnis sudah cukup sukses. Pada awal tengah
Pelajari Lebih Lanjut

* Retail industri
* Protokol transaksi keuangan dan keamanan
* Layanan keuangan dan asuransi industri

Tahun 1997, Komputer Dell melaporkan perintah satu juta dolar sehari. Pada awal 1999, diproyeksikan pendapatan e-commerce untuk bisnis berada di miliaran dolar dan saham perusahaan dianggap paling mahir dalam e-commerce meroket. Meskipun banyak disebut dotcom pengecer menghilang di shakeout ekonomi tahun 2000, Web ritel di situs seperti Amazon.com, CDNow.com, dan CompudataOnline.com terus berkembang.
Riset Pasar

Pada awal 1999, secara luas diakui bahwa karena sifat interaktif internet, perusahaan dapat mengumpulkan data tentang prospek dan pelanggan dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya-melalui situs pendaftaran, kuesioner, dan sebagai bagian dari menerima perintah. Masalah apakah data yang dikumpulkan dengan pengetahuan dan izin dari subyek pasar yang telah dibesarkan. (Microsoft disebut kebijakan pengumpulan data sebagai "profil" dan standar yang diusulkan telah dikembangkan yang memungkinkan pengguna Internet untuk memutuskan siapa yang dapat memiliki apa informasi pribadi.)
Electronic Data Interchange (EDI)

EDI adalah pertukaran data bisnis menggunakan format data yang dipahami. Ini mendahului Internet saat ini. EDI melibatkan pertukaran data di antara pihak yang saling mengenal dengan baik dan membuat pengaturan untuk satu-ke-satu (atau point-to-point) koneksi, biasanya dial-up. EDI diharapkan akan digantikan oleh satu atau lebih format XML standar, seperti ebXML.
E-Mail, Fax, dan Internet Telephony

E-commerce juga dilakukan melalui formulir elektronik lebih terbatas komunikasi yang disebut e-mail, faksimili atau fax, dan penggunaan munculnya panggilan telepon melalui Internet. Sebagian besar ini adalah bisnis-ke-bisnis, dengan beberapa perusahaan mencoba menggunakan e-mail dan faks untuk iklan yang tidak diminta (biasanya dilihat sebagai junk mail atau spam secara online) untuk konsumen dan prospek bisnis lainnya. Peningkatan jumlah situs Web bisnis menawarkan e-mail newsletter untuk pelanggan. Sebuah tren baru adalah opt-in e-mail di mana pengguna web secara sukarela mendaftar untuk menerima e-mail, biasanya disponsori atau mengandung iklan, tentang kategori produk atau mata pelajaran lain mereka tertarik
Business-to-Bisnis Pembelian dan Penjualan

Ribuan perusahaan yang menjual produk ke perusahaan lain telah menemukan bahwa Web menyediakan tidak hanya menampilkan 24-jam sehari untuk produk mereka tetapi cara cepat untuk mencapai orang yang tepat dalam sebuah perusahaan untuk informasi lebih lanjut.
Keamanan Transaksi Bisnis

Keamanan termasuk pelaku transaksi bisnis otentikasi, pengendalian akses ke sumber daya seperti halaman Web untuk pengguna terdaftar atau dipilih, komunikasi enkripsi, dan, secara umum, memastikan privasi dan efektivitas transaksi. Di antara teknologi keamanan yang paling banyak digunakan adalah Secure Socket Layer (SSL), yang dibangun ke kedua dari browser Web terkemuka.

Sumber: Google & buku

Tugas SIA

Teknologi informasi memungkinkan organisasi dengan mudah mengumpulkan informasi tentang pegawai dalam jumlah besar. Diskusikan isu-isu erikut ini :

1. Sejauh mana manajemen seharusnya mengawasi email pegawai ?
2. Sejauh mana manajemen seharusnya mengawasi website yg dikunjungi pegawai ?
3. Sejauh mana manajemen seharusnya mengawasi kinerja pegawai dengan, contohnya menggunakan software untuk menelusuri key stoke per jamnya, atau dengan unit waktu lainnya? Apabila informasi seperti itu dikumpulkan, bagaimaa seharusnya pemakaiannya ?
4. Haruskah perusahaan mempergunakan software untuk secara elektronik menghapus jejak email ?
5. Dalam situasi apa dan untuk siapa sebuah perusahaan dapat menyebarkan informasi yang dikumpulkan tentang orang-orang yang mengunjungi website mereka ?

Jawab :

1. Manajemen seharusnya mengawasi email pegawai dengan situs perusahaan yang dibuat dan dikhususkan untuk pegawai, jadi pihak manajemen mengharuskan pegawai mempunyai email pegawai di perusahaan agar pihak mempermudah pihak manajemen mengawasi masing-masing email pegawai.
2. Manajemen seharusnya mengawasi web yang dikunjunigi pegawai dengan mesin pencari informasi web (web search engine spam)
3. Key Performance Indicators (Kpi) digunakan untuk mengelola kinerja pegawai termasuk didalamnya tentang reward system (bonus, gaji, insentif dll), Kinerja unit ini diukur dalam periode waktu yang konstan. Periode pengukuran bisa setiap bulan, atau tiap 4 bulan.agar bisa diketahui unit yang kinerjanya buruk dan unit yang kinerjanya baik. Penyebab rendahnya pencapaian kpi juga harus segera di identifikasi. Indentifikasi ini penting agar kinerja diperiode mendatang bisa diperbaiki.
4. Tidak perlu, karena jejak email sangat mudah dihapus dan sulit untuk mengetahui jejaknya.
5. Dalam situasi suatu perusahaan sedang melakukan promosi atau memberikan informasi-informasi tentang perusahaan dan informasi diberikan kepada pegawai dan pengunjung website.

Minggu, 16 Oktober 2011

Analisis Sistem Administrasi Penjualan Obat di Apotek

Pada dunia perdagangan, keakuratan informasi sangatlah penting, terutama mengenai harga jual. Harga pokok penjualan dan sisa persediaan dalam sistem adminstrasi penjualan karena keakuratan informasi tersebut sangat mempengaruhi Apotek tersebut. Keakuratan informasi untuk konsumen bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan informasi tertentu, misalnya harga produk. Sedangkan bagi Apotek tersebut berfungsi untuk mengetahui apaka sistem administrasi panjualan yang ada berjalan dengan baik atau tidak. Ketidak akuratan informasi dapat mennyebabkan kecewanya para konsumen.

Ketidak akuratan informasi mengenai persediaan dapat disebabkan sistem pencatatan persediaan yang dilakukan pihak apotek secara periodik, dimana sisa persediaan akhir dapat diketahui pada akhir periode yaitu setelah melakukan stok obat. Hal ini karna dilakukannya pemotongan terhadap persediaan pasokan obat sewaktu terjadi penjualan.

Administrasi penjualan apotek masih dilakukan secara manual
dan mengalami kesulitan dalam menghitung Harga Pokok Penjualan. Tujuan dari
penelitian ini adalah memudahkan pihak apotek dalam melaksanakan operasi
penjualan, menghitung persediaan akhir, Harga Pokok Penjualannya dan
menghasilkan beberapa laporan seperti Laporan Penerimaan Kas, Laporan Barang
yang terjual, Laporan Harga Pokok Penjualan, Laporan Gross Profit dan Laporan
Peringatan Order dengan menggunakan suatu aplikasi program administrasi penjualan.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Jenis data yang
dikumpulkan adalah data kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara, pengamatan
dan dokumen penunjang. Yang menjadi unit analisis adalah sistem adminisirasi
penjualan Apotik X.
Penelitian ini berhasil merancang suatu program aplikasi untuk sistem
administrasi penjualan Apotek X sehingga dapat menghasilkan laporan-laporan,
seperti Laporan Penerimaan Kas; Laporan Barang yang terjual, Laporan Harga Pokok
Penjualan, Laporan Gross Profit dan Laporan Peringatan Order.

Minggu, 25 September 2011

Analisis Sistem Informasi

Sebelum kita masuk dalam Analisis Sistem Informasi, kita harus tahu dulu apa itu Analisis, Sistem, dan Informasi.

- Analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah objek guna meneliti objek tersebut secara mendalam sehingga menghasilkan suatu informasi.

- Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen - komponen atau elemen - elemen yang saling terhubung untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

- Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat.

Jadi Analisis Sistem Informasi adalah suatu proses mengumpulkan informasi dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem. Di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya adalah informasi, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.

Konsep Dasar Informasi

Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian.

Siklus Informasi

Untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi. Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki urutan proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu, Dari keputusan atau tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh kejadian-kejadian tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukkan ke dalam model (proses), begitu seterusnya. Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi (information cycle)atau siklus pengolahan data.

Sumber :
- google.com
- http://thiserebus.blogspot.com/2010/10/analisis-sistem-informasi.html

Jumat, 08 April 2011

Indonesia

Indonesia adalah bangsa yang sangat besar. Negara tempat saya dilahirkan ini memiliki banyak sekali kebudayaan, diantaranya budaya yang saya anut saat ini, yaitu BETAWI. Selain betawi masih banyak sekali budaya yang berkembang di Indonesia ini seperti batak, jawa, sunda, dll. Negara yang merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945 ini juga memiliki banyak sekali pulau - pulau. Jumlah pulau di Indonesia menurut data Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004 adalah sebanyak 17.504 buah, 7.870 di antaranya telah mempunyai nama, sedangkan 9.634 belum memiliki nama. Sejak awal merdeka hingga saat ini Indonesia telah banyak mengalami pergantian kepala negara (PRESIDEN), yaitu 6 kali. Dari yang pertama memproklamirkan kemerdekaan yaitu Ir. Soekarno, dan kemudian dilanjutkan oleh Ir. Soeharto, kemudian B. J. Habibie, setelah itu dilanjutkan oleh Bpk Abdulrahman Wahid (Gus Dur), lalu Ibu Megawati Soekarno Poetri, dan yang masih menjabat hingga saat ini ialah Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono yang menjabat selama 2 periode. Indonesia juga merupakan 5 terbesar negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak.

Data Terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk Indonesia terbaru bulan Oktober tahun 2010. Totalnya penduduk RI sampai saat ini mencapai 237,56 juta jiwa.

Dari 33 provinsi yang ada, di mana kah wilayah dengan penduduk terbanyak? Menurut survei BPS, provinsi Jawa Barat adalah daerah dengan penduduk terbanyak. Tercatat, total keseluruhannya mencapai 43,02 juta jiwa.

Berikut ini masing-masing jumlah penduduk per provinsi:
1. Aceh 4,48 juta
2. Sumatera Utara 12,98 juta
3. Sumatera Barat 4,84 juta
4. Riau 5,54 juta
5. Kepulauan Riau 1,69 juta
6. Jambi 3,09 juta
7. Sumatera Selatan 7,44 juta
8. Kepulauan Bangka Belitung 1,22 juta
9. Bengkulu 1,71 juta
10. Lampung 7,59 juta
11. Banten 10,54 juta
12. DKI Jakarta 9,59 juta
13. Jawa Barat 43,02 juta
14. Jawa Tengah 32,38 juta
15. DIY 3,45 juta
16. Jawa Timur 37,47 juta
17. Bali 3,89 juta
18. NTB 4,49 juta
19. NTT 4,68 juta
20. Kalimantan Barat 4,39 juta
21. Kalimantan Tengah 2,2 juta
22. Kalimantan Selatan 3,63 juta
23. Kalimantan Timur 3,55 juta
24. Sulawesi Utara 2,26 juta
25. Gorontalo 1,04 juta
26. Sulawesi Tengah 2,63 juta
27. Sulawesi Barat 1,16 juta
28. Sulawesi Selatan 8,03 juta
29. Sulawesi Utara 2,23 juta
30. Maluku 1,53 juta
31. Maluku Utara 1,03 juta
32. Papua Barat 0,76 juta
33. Papua 2,85 juta

BPS juga mencatat, laju pertumbuhan penduduk RI terus menurun dibandingkan 30 tahun lalu. Pertumbuhan penduduk pada tahun 2000-2010 hanya 1,49 persen, naik dibandingkan tahun 1990-2000 yang sudah 1,45 persen.

Sebelumnya, pada 30-20 tahun lalu pertumbuhan penduduk RI tercatat cukup tinggi yakni untuk periode 1930-1961 laju pertumbuhan 2,15 persen, tahun 1961-1971 laju pertumbuhan 2,13 persen, tahun 1971-1980 dengan laju pertumbuhan penduduk 2,32 persen.

Deputi Bidang Statistis Sosial BPS Wynandin Imawan menuturkan, dengan banyaknya penduduk RI sampai berjumlah 237,56 juta ini membuat Indonesia berada di peringkat ke empat dunia untuk urusan penduduk.
Diprediksi sampai dengan tahun 2050, jumlah penduduk RI akan mencapai 288 juta dan berada diperingkat ke enam.

Rabu, 23 Februari 2011

Array & record

Array:
Salah satu struktur data yang teramat penting adalah array atau larik. Array merupakan
bagian dasar, yang disebut blok, guna keperluan pembentukan suatu struktur data lain yang
lebih kompleks. Hampir setiap jenis struktur data kompleks dapat disajikan secara logik
oleh array.
Kita dapat mendefinisikan array sebagai suatu himpunan hingga elemen, terurut dan
homogen. Terurut, kita artikan bahwa elemen tersebut dapat diidentifikasi sebagai elemen
pertama, elemen kedua, dan seterusnya sampai elemen ke-n. Sedangkan pengertian elemen
yang homogen adalah bahwa setiap elemen dari sebuah array tertentu haruslah
mempunyai tipe data yang sama.
Jadi suatu array dapat mempunyai elemen semuanya berupa integer atau dapat pula
seluruhnya berupa untai aksara atau string Bahkan dapat pula terjadi bahwa suatu array
mempunyai elemen berupa array pula.
Sebenarnya, pengertian array telah banyak kita kenal, dan kita pelajari dalam matematika.
Di sana, array lebih terkenal sebagai matriks. Kadang-kadang ia disebut juga sebagai
tabel. Juga pernah kita dengar tentang vektor. Vektor adalah bentuk yang paling sederhana
dari array. Vektor merupakan array dimensi satu atau one dimensional array.


Menurut saya, Array adalah struktur data
yang terdiri dari beberapa atau banyak variabel dengan
tipe data sama, dimana setiap
elemen variabel mempunyai nilai indeks.


Record:
Sebuah record merupakan koleksi satuan data yang heterogen, yakni terdiri dari berbagai
type. Satuan data tersebut sering disebut sebagai field dari record. Field dipanggil dengan
menggunakan namanya masing-masing. Suatu field dapat terdiri atas beberapa subfield.
Sebuah record memberi informasi tentang berbagai kondisi dari obyek pada
permasalahan yang nyata sehari-hari. Setiap field memberi uraian tentang satu atribut dari
obyeknya. Sebuah record biasanya diberi identifikasi oleh key-nya. Key atau kunci adalah
salah satu atau lebih field yang dipilih untuk tujuan penyampaian informasi yang terjadi di
dalam record yang bersangkutan.
Secara fisik, field record tersebut biasanya disimpan berurutan di dalam lokasi storage,
bahkan sering disatukan. Record biasanya disimpan sebagai file di dalam storage
pembantu, dan jika perlu, sebagian disimpan di dalam memori utama. File merupakan
organisasi data utama di dalam proses pengolahan informasi.
Sebagai gambaran sederhana, pandang sebuah tabel dengan sejumlah baris dan kolom.
Tabel tersebut dapat disebut sebagai sebuah file, sedangkan setiap baris dari tabel tersebut
disebut dengan record, dan setiap kolom dari tabel disebut dengan field.

Menurut saya, Record adalah sebuah rekaman yang disusun oleh
beberapa field. Tiap field berisi data dari
tipe dasar. Record
mempunyai kelebihan untuk menyimpan
suatu sekumpulan elemen data yang
berbeda-beda tipenya di banding array.

Sumber : www.elearning.gunadarma.ac.id

Rabu, 16 Februari 2011

Warga Negara

Menurut saya Warga Negara adalah seseorang yang dilahirkan ataupun telah tinggal dan menetap di suatu negara. Warga negara juga dapat diartikan sebagai orang-orang yang menjadi bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara. Setiap warga negara mamiliki Hak & Kewajiban dalam hidup di suatu negara.

Pengertian Warga Negara Menurut Para Ahli :

* George Jellinek
Warga Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.

* George Wilhelm Friedrich Hegel
Warga Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.

* Roelof Krannenburg
Warga Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.

* Roger H. Soltau
Warga Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.

* H.J Laski
Warga Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan secarah sah, lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu.

* Prof. R. Djokosoetono
Warga Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.

* Prof. Mr. Soenarko
Warga Negara adalah suatu organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu di mana kekuasaan Negara berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan.

* Prof. Miriam Budiarjo
Warga Negara adalah organisasi yang dalam satu wilayah dapat melaksanakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama itu.

* Aristoteles
Warga Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama.

Pengertian Warga Negara Secara Umum :

Secara umum Warga Negara di artikan sebagai organisasi tertinggi di antara suatu kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup di dalam daerah tertentu yang mempunyai pemerintah yang berdaulat.

Untuk itu, setiap warga negara mempunyai persamaan hak di hadapan hukum. Semua warga negara memiliki kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab.

Hak Asasi Manusia ( HAM )

Pengertian dan Definisi HAM ( Hak Asasi Manusia ):

HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.

Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Kasus pelanggaran ham di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan / tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia ham di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik. Salah satu tokoh ham di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia.

Berikut adalah Pembagian Bidang, Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia :

1. Hak asasi pribadi / personal Right
* Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat
* Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
* Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
* Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing

2. Hak asasi politik / Political Right
* Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
* hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
* Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya
* Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi

3. Hak azasi hukum / Legal Equality Right
* Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan
* Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns
* Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum

4. Hak azasi Ekonomi / Property Rigths
* Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli
* Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
* Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll
* Hak kebebasan untuk memiliki susuatu
* Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak

5. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights
* Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
* Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum.

6. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right
* Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan
* Hak mendapatkan pengajaran
* Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat